"Heart of Aper_Runia"

Foto Saya
Stay Cool and Stay Humble... I'll be what I believe :O

23.11.12

Cerpen Nasionalisme


NEGARAKU LEBIH BERHARGA!

Pagi itu terasa spesial bagi Cinta, karena pagi itu adalah awal dari dirinya untuk menduduki posisi yang diduduki oleh ayahnya – seorang direktur perusahaan mesin terkenal dunia. Sang ayah yang memutuskan untuk mundur dan menjadi dewan komisaris mempercayakan perusahaan yang telah dipimpinnya selama lebih dari 29 tahun tersebut.
Cinta memang telah sejak lama dipersiapkan untuk ini. Keluarga Cinta adalah satu – satunya orang Indonesia yang mampu untuk berada di posisi itu, sementara itu semuanya adalah orang asing. Sebagai salah satu negara penghasil minyak dan konsumen minyak terbesar di dunia Indonesia juga merupakan salah satu pangsa pasar dari perusahaan tempat Cinta bekerja tersebut. Dan oleh sebab kedekatannya, Cinta dipercaya untuk memimpin perusahaan yang beroperasi di Jakarta, Indonesia. Hal itu membuat Cinta tambah menjadi senang dan bahagia.
Dengan didampingi oleh para ajudan serta kekasihnya – Lara – Cinta bergegas untuk memulai hari ini dimulai dengan mengadakan inspeksi serta memperkenalkan dirinya kepada jajaran direksi melalui sebuah rapat tertutup. Disana Cinta memperkenalkan siapa dirinya serta tak lupa untuk bertanya kepada orang – orang yang berada di situ, baik tentang masalah personal maupun profesional. Hari – hari Cinta dilalui dengan penuh semangat dan kerja keras.

*******************

“Gimana keadaan kantor nduk?” Tanya sang ayah dalam forum makan malam bersama keluarga.
“Baik yah, alhamdullillah semua orang disana bantu Cinta hari ini. Apalagi ada Lara juga, jadi ayah gak usah khawatir deh.” Jawab Cinta santai.
“Ia om, Cinta tadi sudah belajar banyak tentang kerjaan barunya. Saya yakin dalam waktu kurang dari 1 bulan Cinta akan mampu untuk membuat kebijakan yang baik untuk kelangsungan perusahaan. Apalagi ini Indonesia, tempat Cinta. Jadi mohon doanya saja Om biar semuanya lancar.” Tambah Lara menimpali.
“Justru karena itu Ra, justru karena di Indonesia dan Cinta ada di posisi tertinggi dalam perusahaan. Om khawatir. Ssngat khawatir tentang dirinya.” Jawab sang ayah serius.
“Tentang apa yah?” Tanya Cinta penasaran.
“Setiap tanggung jawab dan waktu yang diberikan kepada kita itu sejatinya memiliki banyak sekali godaan, ujian, serta hal lain yang harus diperhatikan. Ayah tidak akan banyak bicara karena ayah mengerti secara akademis kamu lebih mampu daripada ayah. Ayah hanya berpesan, kembalikan semua kepada agama dan nilai – nilai yang selama ini kamu anut. Tidak selamanya kita hidup di dunia nduk.
Dan kamu Ra, tolong jaga anak wanita om ini sebaik – baiknya!” Sang ayah mengakhiri.
“Insya Allah om...” Jawab Lara penuh kesungguhan.

*****************************

Hari itu agenda Cinta sungguh sangat padat. Dia harus memimpin rapat serta menghadiri presentasi para vendor yang ingin melakukan beberapa tender. Setelah berjalannya waktu Cinta semakin mengerti tentang ucapan sang ayah. Cinta selalu memikirkan ucapan sang ayah itu setiap hari sejak peristiwa makan malam itu. Dan benar saja tak beberapa lama setelah Cinta menjabat sudah banyak sekali persoalan – persoalan yang harus dia hadapi.
Persoalan pertama datang dari “Orang dalam” perusahaannya sendiri. Seorang karyawan senior dalam perusahaannya tersebut. Orang tersebut selalu menentang setiap kebijakan yang Cinta terapkan, dia juga sering sekali menekan Cinta dengan keinginan – keinginannya atas dalih kepentingan perusahaan. Dia juga selalu membicarakan Cinta di belakang Cinta. Jujur saja hal itu sangat mengganggu Cinta dalam bekerja.
Persoalan kedua datang dari “Orang luar”. Dan hal itu terkait dengan tender dan segala macam bentuk kerja sama yang dilakukan perusahaannya dengan pihak lain. Banyak sekali tender maupun penandatanganan kerja sama itu dilakukan dengan tidak jujur. Sudah banyak sekali proposal yang masuk ke mejanya serta beberapa upeti yang menyertainya. Jumlahnya tidak tanggung – tanggung. Hal itu dilakukan agar supaya kepentingan pribadinya terpenuhi. Mungkin masih tidak mengapa kalau yang melakukan itu adalah orang asing, tetapi sampai orang pribumi pun juga melakukan hal yang sama. Apa tidak ada lagi orang baik dan jujur di dunia ini?
Batin Cinta terpuruk dan tertekan, apalagi Lara juga memberikan solusi yang sangat keras terkait dengan hal ini. “Tolak! Kita tidak perlu berbisnis dengan cara kotor seperti ini. Masih banyak orang baik di dunia ini, apalagi negeri ini. Banyak sekali yang kita pertaruhkan untuk ke depannya.” Begitu kata Lara kepada Cinta dalam suatu kesempatan. Jujur hal itu membuat Cinta bimbang. Di satu sisi idealismenya berkata bahwa dirinya menolak segala hal seperti ini, tetapi di sisi lain hal ini  nyata! Dan mau tidak mau Cinta harus mengalaminya.
“Aku harus gimana Ra? Jujur aku bingung sekali, sedangkan deadline pengerjaan sudah sangat mepet sekali.” Keluh Cinta dalam satu waktu.
“Hai Cin, sejak kapan kau menjadi seperti ini? Kita selalu percaya bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah ujian Allah SWT kepada diri kita? Makanya kita hanya perlu untuk berbuat sebaik mungkin bukan? Bukankah semua itu sudah diatur Allah SWT dengan indah? Sudah waktunya kau rubah mental para pekerja di perusahaanmu, dan oleh sebab itulah Allah SWT memberikanmu posisi itu.” Jawab Lara mencoba bijak.
“Terus aku harus bagaimana untuk menyelesaikan permasalahanku ini?” Tanya Cinta lagi.
“Jujur rasanya tidak adil kalau aku yang harus menjawab pertanyaanmu itu. Karena aku tidak terlibat secara profesional kan dengan urusan kerjaanmu Cin. Aku hanya orang luar yang hanya mendapatkan berita dari satu orang, kalau engkau menuruti perkataanku maka engkau sudah menjadi seorang pimpinan yang tidak adil dan hanya menuruti emosimu semata.
“Tetapi jika aku boleh memberikan saran kepadamu, aku menyarankan agar engkau mengembalikan semua masalahmu kepada keyakinanmu. Ilmu, keimanan, serta keyakinan yang telah kau pelajari dan dapatkan selama ini. Ini saatnya bagimu untuk mengeluarkannya. Seperti kata ayah Cinta.” Jawab Lara.
Permasalahan Cinta ini bermula saat dirinya tertarik untuk mengembangkan perusahaannya di bidang energi terbarukan serta transportasi. Sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya karena perusahaan Cinta bergerak di bidang IT serta waralaba. Dengan adanya ekspansi bisnis di bidang yang sama sekali tidak berkaitan ini merupakan hal yang wajar bila diperlukan biaya riset dan pengembangan yang tidak kecil. Dan merupakan hal yang lumrah pula bila kerjasama berbiaya besar tersebut disokong oleh beberapa pihak yang sama – sama tertarik di bidang tersebut. Yang jadi masalah adalah alokasi pemanfaatan sumber daya yang dibutuhkan. Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, dan hal inilah yang ingin dimanfaatkan oleh berbagai pihak.
Cinta menginginkan sumber daya Indonesia tersebut tidak berpindah tempat. Dan oleh sebab itu Cinta memberikan syarat mutlak kalau seluruh kegiatan produksinya berada disini. Hal inilah yang memicu banyak spekulasi dari kalangan rekan – rekan bisnis lainnya. Mereka menginginkan untuk melakukan kegiatan produksi di luar Indonesia dan menjadikan Indonesia hanya sebagai pasar dari produk mereka saja. Dengan berbagai regulasi dan standar yang ketat baik dari pemerintahan maupun perusahaan yang Cinta pimpin hal itu merupakan tantangan yang tidak mudah. Terlebih dengan menyiapkan dalih bahwa perusahaan pribumi yang sedang ingin berekspansi di luar negeri, bukan tidak mungkin pemerintah Indonesia akan melunak dan memberikan kemudahan ijin. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Cinta selama ini. Cinta ingin semuanya dilakukan di Indonesia, tetapi tekanan dari rekan kerja juga semakin besar. Oleh karena itu banyak sekali Cinta bertemu dengan principal maupun vendor – vendor yang memberikan proposal penawaran kerjasama dengan cara yang Cinta tidak suka.
Mendengar jawaban Lara tersebut Cinta tetap tenang dan berpikir begitu dalamnya. Semakin lama dia berpikir dengan memainkan ballpoint yang berada di genggaman tangan kanannya. Tak jarang pula Cinta bergerak kesana – kemari hanya untuk meregangkan badan. Dan setelah sekian lama dia terdiam, saat itu juga dia berkata dengan mantap kepada Lara yang menemaninya. Jawaban yang membuat Lara tersenyum penuh syukur dan kepuasan dari dalam hatinya. “Aku tahu apa yang aku akan aku lakukan Ra. Aku tahu... Terima kasih...” Kata Cinta dalam.
“Boleh aku tahu apa itu Cin?” Tanya Lara
“Ya, tentu... Jawabanku adalah negeriku lebih berharga. Aku tidak akan mengambil cara – cara yang tidak aku yakini benar untuk memuluskan keinginanku itu. Semoga Allah SWT memidahkan aku dan selalu melindungiku dalam setiap langkah amanahku ini.” Jawab Cinta mantap.
“Alhamdullillah. Amin Cin... Insya Allah kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan itu.” Akhir Lara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar